Cinta Nabi In Love Of The Prophet

Nabi Muhammad gifSuatu kali ada syekh beriman yang mengingatkan para pengikutnya akan pahala sangat besar yang diberikan Allah kepada orang yang memuji dan memintakan kedamaian untuk Nabi-Nya, serta terdapat kutipan ayat Alquran yang berbunyi, “Allah, dan para malaikat-Nya memuji serta memuliakan Nabi. Wahai orang-orang beriman! puji serta muliakanlah dia, dan lafalkan kedamaian yang berlimpah-limpah.” 33-56

Kemudian syekh itu menceritakan kisah tentang seseorang yang pernah dijumpainya dalam suatu perjalanan. Orang itu tidak melangkahkan kakinya tanpa berdoa kepada Allah untuk pujian dan kedamaian kepada Nabi tercinta kita, pujian dan kedamaian kepadanya.

Suatu hari syekh memutuskan bertanya pada orang itu mengapa dia berdoa terus menerus kepada Nabi Muhammad, pujian dan kedamaian kepadanya. Orang itu lantas berkata, “Jika bukan karena engkau syekh besar di masa ini, aku tidak akan menceritakan kisahku. Aku dan ayahku berniat untuk pergi haji ke Mekah dan berziarah ke makam Nabi Muhammad, pujian dan kedamaian kepadanya, di Madinah, jadi kami mempersiapkan diri dengan perbekalan yang cukup dalam perjalanan panjang itu.

Di tengah perjalanan ke Mekah, ayahku jatuh sakit dan Malaikat Izrail mengambil ruhnya. Tidak lama kemudian, wajah ayahku berubah jadi hitam. Aku yang saat itu berduka cita dengan kematian ayahku, semakin bertambah sedih melihatnya. Maka aku menutupi wajahnya dengan sepotong kain. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi sangat lelah sekali dan tertidur lelap. Ketika tertidur, aku bermimpi ada seorang lelaki yang sangat menarik penampilannya dan tampak menyenangkan budi pekertinya, terlihat sedang mengganti kain dari wajah ayahku. Setelah mengganti kain dari wajah ayahku, lelaki itu mengulurkan tangannya dan mengusapkannya di wajah dan sekujur tubuh ayahku. Wajah ayahku kemudian jadi bersinar terang menyilaukan. Lalu lelaki itu berbalik kepadaku dan bertanya, ‘Tidakkah kamu mengenaliku? Aku Muhammad, Utusan Allah. Ayahmu telah banyak berbuat dosa, tetapi dia mencintaiku dan seringkali berdoa untuk pujian dan kedamaian kepadaku. Saat meninggal dunia dia memanggil-manggil aku untuk minta tolong, jadi aku datang kepadanya.’ Lalu aku terbangun dari tidur dan melihat wajah ayahku tidak lagi hitam tapi bersih dan bercahaya. Sejak saat itu dan seterusnya, aku tidak pernah lupa berdoa kepada Allah untuk kedamaian dan keberkatan kepada Nabi Muhammad, sang Utusan Allah.”

Pujian dan kedamaian kepada Nabi Muhammad tercinta.

TAMAT


Cinta Nabi In Love Of The Prophet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar