Bayi yang bisa bicara

bayi berbicaraNabi Muhammad, pujian dan kedamaian kepadanya, bercerita pada sahabat-sahabatnya. Dizaman dahulu ada tiga bayi yang bisa bicara ketika masih sangat kecil. Yang pertama adalah Nabi Isa, kedamaian kepadanya, yang kedua adalah anak dari penggembala, dan yang ketiga adalah bayi seorang wanita saleh yang bekerja sebagai penata rambut fir’aun.

Kisah ini menceritakan bayi yang dipunyai wanita saleh tersebut.

Seorang wanita saleh telah melahirkan bayi laki-laki mungil. Wanita itu sangat mencintai bayinya. Bayi itu sangat lucu dan menggemaskan. Ketika melihat ibunya, dia akan ketawa-ketawa kecil dan menjejak-jejakkan kakinya kegirangan, karena sang ibu akan menggendong dan memeluknya. Dan seperti ibu-ibu yang lain, dia pun memberikan perhatian dan kasih sayang yang terbaik untuk putranya.

Suatu hari saat sedang menyusui bayinya, dia mendengar suara derap langkah kuda diluar. Dia pun memandang ke luar jendela. Dia melihat ada seorang lelaki muda tampan mengenakan pakaian yang indah dan mengendarai kuda yang bagus. Karena selalu menginginkan yang terbaik untuk putranya, dia segera berdoa pada Allah, “Ya Allah, mohon biarkan putraku menjadi seperti lelaki muda itu.”

Bayi kecil itu mendengar perkataan ibunya, spontan dia berhenti menyusu dan berkata, “Ya Allah, jangan biarkan aku tumbuh menjadi seperti lelaki itu.”

Sang ibu menjadi sangat terkejut. Dia tidak pernah melihat dan mengetahui ada bayi bisa bicara. Yang lebih mengejutkan adalah apa yang dikatakan oleh bayinya. Kemudian bayi itu tidak berkata apa-apa lagi, dia melanjutkan menyusu pada ibunya.

Disaat yang lain terdengar suara keributan diluar. Sang ibu memandang lagi ke luar jendela. Dia melihat anak muda yang sedang dipukuli. Orang-orang menuduhnya melakukan perbuatan buruk dan mencuri. Berkali-kali anak muda itu berusaha menjelaskan bahwa dia tidak melakukannya, namun mereka tidak memperdulikannya dan tetap memukulinya.

Ketika anak muda itu sedang dipukuli, dia berseru, “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan sebaik-baik Pelindung.” orang-orang tidak menghiraukannya, malahan terus memukuli dan menyiksanya.

Menyaksikan semua itu, sang ibu berdoa lagi, “Ya Allah, mohon jangan biarkan anakku menjadi seperti anak muda itu.”

Sekali lagi bayi yang berada di pangkuannya, spontan berhenti menyusu dan berkata, “Ya Allah, mohon biarkan aku menjadi seperti anak muda itu.” Lalu dia menyusu lagi pada ibunya seakan-akan tidak terjadi apa-apa.

Sang ibu sama sekali tidak mengerti apa maksud semua kejadian ini. Dia telah berdoa pada Allah untuk memberikan kebaikan pada putranya dan melindunginya supaya tidak menjadi seperti anak muda itu. Tetapi bayinya malah berbicara dan meminta pada Allah untuk tidak membiarkannya menjadi seperti lelaki tampan dan membiarkannya menjadi seperti anak muda yang dipukuli karena dituduh melakukan perbuatan buruk dan mencuri.

Bayi bermata  indah itu tersenyum sambil menatap ibunya dan berkata, “Ibu! Lelaki tampan yang engkau ingin aku menjadi sepertinya, adalah seorang yang kejam dan sering menyakiti orang. Sebaliknya anak muda itu tidak melakukan perbuatan buruk yang mereka tuduhkan dan juga tidak mencuri. Dia anak muda yang baik dan penyembah Allah. Itulah sebabnya aku meminta kepada Allah untuk menjadi sepertinya.

Bayi kecil tidak berkata apa-apa lagi, dia menyusu lagi pada ibunya sampai tertidur pulas.

Sang ibu sangat takjub. Dia kini memahami perkataan bayinya yang penuh kebijaksanaan dan menyadari bahwa segala sesuatu seringkali tidak seperti yang terlihat.

TAMAT


Bayi yang bisa bicara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar